Rektor Universitas Hasanuddin paparkan pengembangan poros maritim dukung IKN
Rektor Universitas Hasanuddin paparkan
pengembangan poros maritim dukung IKN
Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr
Jamaluddin Jompa MSc memaparkan pengembangan poros maritim dalam mendukung Ibu
Kota Nusantara (IKN) pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Baharkam Polri 2024 di
Makassar, Kamis.
Dalam paparannya, Prof Jamaluddin Jompa (JJ)
menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh sektor maritim Indonesia, termasuk
kekayaan sumber daya laut, potensi ekonomi, serta keanekaragaman hayati laut
yang menjadikan Indonesia sebagai pusat biodiversitas maritim dunia.
Ia menjelaskan Indonesia memiliki berbagai
potensi ekonomi dari sektor maritim yang signifikan, termasuk potensi
pendapatan dari perikanan senilai Rp320 triliun per tahun, minyak bumi Rp210
triliun per tahun, transportasi laut Rp200 triliun per tahun, serta wisata
bahari yang berpotensi menghasilkan Rp20 triliun per tahun.
Namun, kata dia, untuk mewujudkan potensi ini,
Indonesia harus mengatasi berbagai tantangan seperti kualitas sumber daya
manusia yang rendah, orientasi ekspor bahan mentah, dan lemahnya infrastruktur
dasar.
Ia mengatakan pentingnya penguatan regulasi
dan kebijakan maritim, pembangunan infrastruktur maritim yang meliputi
pelabuhan dan teknologi, serta perlindungan lingkungan laut.
"Untuk mendukung pengembangan IKN,
diperlukan kerja sama yang erat antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk
akademisi, pemerintah, dan sektor swasta." jelas Prof JJ.
Lebih Lanjut, dia menuturkan bahwa Unhas
sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik dan terbesar di Indonesia, dan juga
sekaligus yang terbesar dan terbaik di Indonesia Timur yang secara geografis
paling dekat dengan wilayah pengembangan IKN sehingga mempunyai tanggung jawab
besar dalam mengawal pembangunan IKN.
Selain itu, Unhas memiliki peran strategis
dalam mendukung pembangunan IKN. Melalui Tim Pokja IKN, Unhas berkomitmen untuk
memberikan sumbangan pemikiran dan gagasan dalam berbagai bidang terkait
pembangunan IKN.
"Sehingga diharapkan dari kegiatan ini
akan terjadi transfer pengetahuan yang dapat menghasilkan kebijakan yang tepat
untuk pembangunan IKN baru Indonesia," jelas dia.

Komentar
Posting Komentar