Presiden akan resmikan ruang kerja Kantor Berita ANTARA di IKN
Presiden akan resmikan ruang
kerja Kantor Berita ANTARA di IKN
Presiden Jokowi akan meresmikan ruang kerja
Kantor Berita ANTARA di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan
Timur, dalam rangkaian kunjungan kerja melakukan Ground Breaking VI IKN dengan
tema pendidikan.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan berada di Ibu
Kota Nusantara (IKN) pada 4 Juni 2024 untuk memulai kunjungan kerjanya, lalu
Rabu, 5 Juni 2024, Presiden akan meresmikan ruang kerja Perum LKBN ANTARA yang
menjadi bagian dari ekosistem pendukung keberadaan dan pembangunan IKN.
"ANTARA mendapatkan ruang kerja di lantai
3 Gedung Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Kawasan Inti Pusat Pemerintahan
(KIPP), Ibu Kota Nusantara," kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Akhmad
Munir.
Akhmad Munir menyampaikan sebagai kantor
berita negara, ANTARA juga akan memainkan peran sebagai "Media Hub"
bagi rekan-rekan media nasional dan internasional agar dapat lebih mengenal Ibu
Kota baru Indonesia tersebut.
Kehadiran ANTARA di IKN menunjukkan bahwa
ANTARA memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi terkait kegiatan
pemerintahan di IKN ke seluruh Indonesia, bahkan ke dunia, terutama dalam
konteks perkembangan pembangunan IKN.
"Keberadaan kantor operasional ANTARA di
Ibu Kota Nusantara merupakan bagian dari kontribusi strategis ANTARA untuk
turut menyukseskan pembangunan melalui produksi, penyebaran dan diseminasi
informasi-informasi penting terkait proses dan progres pembangunan IKN kepada
masyarakat luas di Indonesia dan mancanegara," katanya.
Akhmad Munir menegaskan harapan ANTARA agar
pembangunan IKN berjalan lancar dan sukses, dan ANTARA berkomitmen untuk
membantu meyakinkan investor dalam negeri dan mancanegara agar berinvestasi,
sehingga mempercepat proses pembangunan IKN.
"ANTARA sebagai satu-satunya kantor
berita nasional milik negara, tentu terus mendukung program-program pembangunan
nasional, seperti selama ini menjadi komitmennya, apalagi pembangunan IKN ini
adalah program strategis nasional," kata Akhmad Munir.

Komentar
Posting Komentar