PEMBANGUNAN IKN NUSANTARA DILENGKAPI BETON CEPAT KERING DAN SEMEN HIJAU UNTUK MENUJU NET ZERO EMISSION


 

PEMBANGUNAN IKN NUSANTARA DILENGKAPI BETON CEPAT KERING DAN SEMEN HIJAU UNTUK MENUJU NET ZERO EMISSION

 

 

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur hingga saat ini terus berlangsung.

 

Pembangunan IKN Nusantara ini dirancang dengan konsep smart city dan green city yang fokus pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon.

 

Presiden Jokowi menargetkan proses pembangunan IKN Nusantara agar segera rampung biar bisa digunakan saat perayaan HUT RI ke 79.

 

Oleh karena itu, bahan bangunan yang digunakan harus ramah lingkungan seperti beton cepat kering dan semen hijau.

 

Hal ini juga sebagai upaya menuju pembangunan IKN Nusantara yang menuju Net Zero Emission.

 

Melansir dari Youtube Tribun Kaltim pada Senin, 03 Juni 2024, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) akan menyuplai bahan bangunan seperti Green Cement atau semen ramah lingkungan.

 

Termasuk produk turunan seperti beton dan paving porous, serta solusi konstruksi seperti Speed Crete (beton cepat kering) dan soil stabilizer.

 

Pada Kamis, 30 Mei 2024, SIG menandatangani kesepakatan penyediaan solusi bahan bangunan dengan PT Bina Karya, yang dilakukan oleh Direktur Utama SIG, Doni Arsal, dan Direktur Utama Bina Karya, Boyke Subroto.

 

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan bahwa kerja sama ini melibatkan dua proyek besar yaitu IKN sebagai simbol komitmen negara menuju Net Zero Emission dan Kementerian BUMN yang mendorong BUMN untuk melakukan carbon mapping dan carbon reduction yang terukur.

 

"Kerja sama ini juga sejalan dengan Instruksi Menteri PUPR Nomor 04/IN/M/2020 tentang penggunaan semen non-Ordinary Portland Cement pada pekerjaan konstruksi," ujarnya dilansir AyoBandung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menhub: Nama Bandara IKN 'Nusantara Airport'

Kalla Group Buka Opsi Investasi di IKN

PEMERINTAH MELALUI KEMENTAN KEMBALI TINGKATKAN ALOKASI BANTUAN SUBSIDI PUPUK BAGI PETANI