Negara Akan Bangun Kodam Baru di IKN, KSAD Ungkap Pembangunannya Masih Berproses
Negara Akan Bangun Kodam
Baru di IKN, KSAD Ungkap Pembangunannya Masih Berproses
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI
Maruli Simanjuntak mengungkap perkembangan penambahan kodam baru di seluruh
Indonesia, termasuk di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurutnya, pembangunan
kodam di IKN masih berproses.
Meski begitu, ia memastikan upacara pengibaran
bendera saat peringatan HUT ke-79 RI pada 17 Agustus mendatang akan
dilangsungkan di IKN. "Nanti kan 17-an kami di sana semua. Kami sudah
siapkan," kata Maruli saat ditemui di Denpasar, Jumat (31/5/2024).
Maruli lantas menuturkan pembangunan kodam
baru di daerah lainnya yang juga masih dalam tahap pengkajian. Seperti
diketahui, TNI berencana menambah 22 kodam baru di seluruh Indonesia. Dengan
demikian, jumlah kodam menjadi 37 dari sebelumnya 15 kodam.
Menurut Maruli, penambahan kodam baru itu
mengacu pada dinamika masyarakat yang terus bertumbuh. Pembangunan kodam, dia
berujar, harus selaras dengan perkembangan masyarakat dan potensi ancaman
wilayah.
"Itu kan ngelihat dari bentuk ancaman,
bentuk fungsinya, tentara untuk pengabdian. Itu kita harus menyesuaikan karena
jumlah penduduk di kita dulu masih 125 juta, sekarang sudah 278 juta,"
imbuh mantan Pangdam IX/Udayana itu.
Terlepas dari itu, Maruli menilai pembentukan
puluhan kodam baru tersebut masih memerlukan proses yang panjang. "Saya
pikir itu memerlukan waktu yang cukup lama," pungkasnya.
Sebelumnya, TNI berencana menambah 22 kodam
baru untuk melengkapi 15 kodam yang sudah ada di Indonesia saat ini. Maruli
mengatakan pada dasarnya penambahan kodam itu berasal dari permintaan
masyarakat di daerah.
"Ya memang, itu ya, kadang-kadang yang
bisa bicara sampai ke media orang pengamat, kalau saya kunjungan ke daerah
mereka pada minta ya. Jadi ada banyak tempat yang bahkan bilang, 'Pak, kami
siapkan lahannya, Bapak tolong buatkan di sini kodim, batalion, koramil, dan
sebagainya', karena memang kehadiran kami diperlukan oleh mereka," kata
Maruli setelah menutup Rapim TNI AD di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta
Selatan, Kamis (29/2/2024), seperti dikutip dari detikNews.
Maruli juga sempat menanggapi adanya pro dan
kontra terkait penambahan kodam tersebut. Ia menegaskan pihaknya menerima
segala aspirasi yang masuk ke TNI.
"Kalau orang yang mengamati dari Jakarta,
nggak ngerti kampung, kita juga nggak salahkan. Mungkin secara teori sekolahan
bagaimana militer, gimana ini kekuatan tidak sesuai dengan demokrasi, kami
tampung," ujar Maruli.
"Tapi ya yang saya bilang, kebanyakan
saya kunjungan ke daerah-daerah, hampir seluruhnya menyampaikan untuk bilang,
'Pak, tolong bantu dibuatkan posramil supaya kami bisa untuk membantu
mendamaikan masyarakat, membantu pembangunan, membangun penanganan stunting dan
sebagainya," sambungnya ketika itu.

Komentar
Posting Komentar