MANTAP! PEMBANGUNAN BANDARA VVIP IKN HAMPIR RAMPUNG, DIPASTIKAN MAMPU PERCEPAT MOBILITAS DAN EFEKTIVITAS MASYARAKAT
MANTAP! PEMBANGUNAN BANDARA
VVIP IKN HAMPIR RAMPUNG, DIPASTIKAN MAMPU PERCEPAT MOBILITAS DAN EFEKTIVITAS
MASYARAKAT
Upaya PT Brantas Abipraya (Persero) dalam
pembangunan serta pengembangan konektivitas Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2023 tentang Percepatan
Pembangunan dan Pengoperasian Bandar Udara Very Very Important Person (VVIP) di
IKN. Bandar Udara VVIP merupakan bandar udara yang khusus dibangun untuk
melayani kepentingan kegiatan pemerintahan di IKN.
Bandara VVIP IKN ditujukan untuk melayani
kepentingan kegiatan pemerintahan di IKN. Dibangun dengan luas terminal VVIP
2000 meter persegi (m²) dan terminal VIP 5000 m² serta runway sepanjang 3000
meter x 45 meter, bandara ini berjarak sekitar 25 km dari Bandara Sepinggan,
Balikpapan dan sekitar 107 km dari Bandara Samarinda.
"Brantas Abipraya berkomitmen akan
menuntaskan paket pekerjaannya tepat waktu, agar manfaat dari bandara ini dapat
segera dirasakan. Dalam pembangunannya Brantas Abipraya bersinergi dengan
beberapa BUMN konstruksi lainnya dengan ruang lingkup pekerjaannya adalah
pembangunan runway, taxiway, apron dan pembangunan jalan relokasi," ujar
Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi, dalam keterangan tertulis,
Senin (3/6/2024).
Ditambahkan Sugeng, sebagai informasi sesuai
dengan Perpres, maka pembangunan dan pengoperasian Bandara udara VVIP
ditugaskan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama
dengan Menteri Perhubungan yang berlokasi di Kecamatan Penajam, Kabupaten
Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Brantas Abipraya sebagai salah satu
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang konstruksi tentu ikut berperan dalam
proyek pembangunan Bandara VVIP di IKN, khususnya pada sisi landasan udara.
Proyek ini mulai dijalankan pada 28 November
2023 lalu dan ditargetkan rampung pada Desember 2024, proyek pembangunan
bandara ini berupaya untuk merujuk pada karya anak bangsa mulai dari desain
runway hingga terminal. Untuk itu, bahkan proyek ini diharapkan sudah dapat
digunakan pada 17 Agustus 2024.
Tercatat realisasi progress pembangunan sampai
dengan Mei 2024 masih sesuai dengan target rencana progres dengan fokus
pekerjaan utama, yaitu Cut (pengurangan material tanah dari suatu area) dan
Fill (penambahan material tanah ke area yang sudah dipotong) serta Soil
Improvement (peningkatan kualitas tanah di area tertentu).
Saat ini, target Brantas Abipraya sendiri
adalah pembangunan runway teraspal sepanjang 2.200 meter sebelum tanggal 17
Agustus 2024.
"Brantas Abipraya akan berfokus mendukung
percepatan pembangunan infrastruktur di IKN. Tak hanya kualitas konstruksi yang
juara, estetika dari setiap karya konstruksi kami juga akan diutamakan,"
kata Sugeng.
"Seperti bandara VVIP ini nantinya akan
menunjukkan ciri khas budaya Kalimantan pada desainnya. Semoga bandara yang
sedang kami bangun ini dapat menjadi green airport dengan tetap mempertahankan
sisi estetika," pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar