IBU KOTA NUSANTARA, KOTA MASA DEPAN DENGAN SEMANGAT BEBAS STUNTING
IBU KOTA NUSANTARA, KOTA
MASA DEPAN DENGAN SEMANGAT BEBAS STUNTING
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Dr.
Suwito., SKM., M.Kes, menyebut, penduduk IKN tidak akan lebih dari 2 juta orang
pada tahun 2045.
Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan arah
kebijakan pembangunan kependudukan di IKN.
Salah satunya grand design kependudukan
nusantara dimana nanti penduduk di IKN akan disaring, sehingga hanya akan ada 2
juta penduduk pada tahun 2045.
"Konsep pembangunan kependudukan IKN itu
ada empat yakni IKN bebas stunting, jumlah penduduk maksimal 2 juta orang pada
tahun 2045. 0 persen kemiskinan pada 2035, serta penduduk berpenghasilan tinggi
di 2045," kata Dr. Suwito.
Dengan memaksimalkan jumlah bentuk di IKN,
diharapkan bisa membuat kualitas penduduk kian bagus di masa depan.
Hal ini pun sejalan dengan persiapan Indonesia
menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia atau yang biasa kita sebut dengan
Indonesia emas tahun 2045.
Cita-cita Indonesia emas dengan visi
mewujudkan Indonesia menjadi negara berdaulat, maju, adil dan makmur pada tahun
2045 dan mewujudkan SDM unggul, demokrasi matang, pemerintah yang baik dan
keadilan sosial.
"Di IKN nanti akan dihuni oleh penduduk
dengan pendidikan tinggi dan memiliki penghasilan tinggi. Jadi kami batasi
penduduk di IKN hanya 2 juta orang di tahun 2045, kecuali ada migrasi itu harus
diberikan aturan yang berbeda lagi," ujarnya.
Hadir dalam kegiatan yang sama Kepala Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dokter Hasto pun mengamini
konsep tersebut.
Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu isu besar
yang dhadapi saat ini adalah isu disparitas yaitu adanya kesenjangan
pembangunan antara Indonesia bagian timur dan bagian barat.
Upaya untuk percepatan pemerataan pembangunan
adalah dengan memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Nusantara (IKN).
Pemindahan ibukota ini merupakan salah satu
perwujudan sosial engineering di Indonesia karena diharapkan adanya pusat
pertumbuhan baru di wilayah tengah Indonesia sehingga pembangunan menjadi lebih
merata.
"Tujuan dari IKN adalah menjadi kota
berkelanjutan di dunia, sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan, dan
menjadi simbol identitas nasional yang merepresentasikan keberagaman
bangsa," tutur dr Hasto.

Komentar
Posting Komentar