Gerak Cepat Berantas Judi Online, Menkominfo Bentuk Kerja Sama Dengan Google Berantas Judi Online Pakai AI
Gerak Cepat Berantas Judi
Online, Menkominfo Bentuk Kerja Sama Dengan Google Berantas Judi Online Pakai
AI
Setelah bekerja sama dengan Google,
Kementerian Komunikasi dan Informatika alias Kemenkominfo berencana akan
berkoordinasi lagi dengan berbagai platform digital lain dalam upaya
pemberantasan judi online.
“Saya kira bukan hanya dengan Google, tapi
aplikasi lain. Karena konten judi online menyusup ke mana-mana bukan hanya
Google,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo,
Usman Kansong.
Menurut Usman, Google memang berencana
menggunakan kecerdasan buatan atau artificial inteligent (AI) untuk mencegah
konten dan situs judi online. Sedangkan penerapannya, kata Usman, berada di
platform masing-masing sehingga perlu berkoordinasi dengan platform lainnya.
“Tapi itu platform yang menerapkan karena
nanti ditempelkan atau dipasang di aplikasi mereka. Kami inginnya ya
secepatnya. Lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Pemanfaatan AI dalam pemberantasan judi online
menggunakan teknik pencegahan atau pre-bunking. Menteri Kominfo Budi Arie
Setiadi telah bertemu dengan Google dan meminta pola kerja pre-bunking,
alih-alih debunking yang harus memblokir atau take down konten dan situs.
“Kalau bisa kami cegah masuk kan tak perlu
diblokir. Blokir itu yang sudah masuk dalam bentuk website dan konten. Paling
tidak, pekerjaan memblokir dan menurunkan atau take down jadi berkurang. Ini
pre-bunking,” ujarnya.
Kominfo memberi peringatan keras kepada
penyelenggara digital di Indonesia yang tidak memberantas konten terkait judi
daring atau judi online, salah satunya Telegram. Pasalnya, aplikasi pesan
singkat asal Rusia itu dianggap tidak kooperatif.
“Hari ini saya ingin menyampaikan hal penting,
yaitu peringatan keras kepada seluruh pengelola platform digital, seperti X
(Twitter), Telegram, Google, Meta, dan TikTok,” kata Budi Arie.

Komentar
Posting Komentar