Cerita Keseruan Mendag Saat Coba Menginap di Rumah Dinas Menteri di IKN
Cerita Keseruan Mendag Saat
Coba Menginap di Rumah Dinas Menteri di IKN
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membagikan
pengalamannya saat menginap di Ibu Kota Nusantara. Zulhas, sapaan akrabnya,
menilai kondisi IKN sekarang sudah cukup bagus.
Zulhas memang sempat menginap di Rumah Tapak
Jabatan Menteri (RTJM) bersama Presiden Joko Widodo dan menteri lainnya. Momen
bertepatan dengan Presiden Jokowi melakukan groundbreaking pembangunan sejumlah
infrastruktur di ibu kota baru tersebut.
Dia mengatakan udara di IKN masih segar dan
tidak ada polusi. Apabila IKN telah jadi, dia memperkirakan akan seperti
Washington DC di Amerika Serikat.
"IKN Mashallah keren banget. Masih segar,
masih alam, cuman belum jadi semua memang. Tapi, kalau jadi kira-kira seperti
Washington DC," kata Zulhas.
Zulhas mengklaim rumah menteri di IKN telah
dialiri air bersih. Sebagai informasi, seluruh bangunan rumah menteri di IKN
sudah selesai. Hanya tinggal melakukan finishing bagian interiornya yang belum
selesai secara keseluruhan.
Dia menilai rumah menteri terbilang bagus.
Menurutnya, pembangunan yang dikerjakan sekarang melebihi dari target
pencapaian awal.
"(Airnya ada?) Ada dong. (Kalau nggak ada
air) gimana mandinya. Bagus rumahnya. Sekarang yang dikerjakan tuh melebihi
dari target," imbuhnya.
Dia juga menyebut pemindahan ibu kota di IKN
merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya, saat ini Jakarta menjadi kota yang
penuh polusi.
Indeks kualitas udara di Jakarta hampir
menyentuh angka 200. Apabila sudah melebihi level 200, Zulhas menyebut udara di
Jakarta bisa menyebabkan penyakit ISPA.
"Bayangkan Jakarta polusinya hampir 200.
Itu gimana ya 200 itu kalo lari langsung ispa. Singapura 36," terangnya.
Zulhas pun mengajak bagi orang yang tak setuju
dengan pembangunan IKN untuk menginap terlebih dahulu. Dia bilang harus
merasakan dan menginap di IKN baru memberi komentar.
"Kalau ada orang yang nggak setuju sama
IKN datang dulu, datang dulu bermalam, lihat, rasakan, dipikirkan, baru. Jangan
nggak pernah liat, nggak pernah datang, nggak pernah merasakan terus marah
marah, maki-maki. Lihat dulu," imbuhnya.

Komentar
Posting Komentar