BSSN MASIH MENDALAMI MODUS PEMBOBOLAN SERVER PDN, DIDUGA BERKAITAN PEMBERANTASAN JUDI ONLINE?
BSSN MASIH MENDALAMI MODUS
PEMBOBOLAN SERVER PDN, DIDUGA BERKAITAN PEMBERANTASAN JUDI ONLINE?
Sejumlah anggota Komisi I DPR RI
mempertanyakan apakah peretasan siber Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) ada
keterkaitan dengan pembentukan satuan tugas judi online. Hal tersebut menjadi
salah satu topik yang dibahas pada rapat kerja Komisi I DPR bersama Kementerian
Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI
Perjuangan, Mukhlis Basri, misalnya. Ia menduga pelaku peretasan siber tersebut
merupakan bandar atau pemain judi online yang merasa terganggu karena adanya
pembentukan satuan tugas judi online dari pemerintah.
Mukhlis mempertanyakan keterlibatan mereka
sehingga mengganggu sistem IT dari Kominfo. "Jangan-jangan ini karena
adanya Satgas, inilah mungkin yang menyebabkan kasus ini, sehingga mungkin
bandar-bandar judi atau pemain-pemain judi online ini akan mengalihkan
dana-dana mereka," kata Mukhlis.
Senada dengan Mukhlis, Anggota Komisi I DPR
dari fraksi Golkar, Lodewijk F Paulus mengatakan serangan ini bisa saja terjadi
saat pemerintah sibuk memberantas judi online. “Apakah ini ada indikasi karena
Menkominfo ramai memberantas judi online tahu-tahu keluar barang ini,"
ujarnya.
Merespons dugaan tersebut, Kepala BSSN Hinsa
Siburian mengatakan saat ini lembaganya belum mendapat kesimpulan apakah ada
hubungan insiden peretasan dengan upaya pemerintah memberantas judi online.
“Sampai saat ini karena kita fokus forensiknya
dan melihat data-data, kita belum bisa menyimpulkan,” kata Hinsa saat rapat
kerja bersama Komisi I DPR dan Kominfo, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 27 Juni
2024.
Hinsa mengatakan dugaan itu bisa saja terjadi.
"Walaupun mungkin secara pemikiran kita, karena kebetulan ini (kasus)
Kominfo. Sampai saat ini kita belum ada suatu indikasi apakah ada
kaitannya," ujarnya.
Hinsa mengatakan tugas BSSN saat ini membantu
Kominfo. Namun, ia juga harus membuat laporan ke Presiden Joko Widodo tentang
faktor-faktor yang menyebabkan kejadian peretasan bisa terjadi. “Tentu dari
sisi keamanan yang tidak sesuai dengan standar,” kata dia.

Komentar
Posting Komentar