Peningkatan Kualitas SDM Harus Menjadi Prioritas Pemajuan Kebudayaan IKN
Peningkatan Kualitas SDM Harus Menjadi
Prioritas Pemajuan Kebudayaan IKN
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
harus menjadi prioritas utama bagi para pelaku kebudayaan dan ekonomi kreatif
Kaltim bila hendak mengambil peran penting di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Otorita IKN, kata Hamdani, sudah membuka pintu
bagi para pelaku budaya dan ekonomi kreatif melalui beberapa kebijakan dan
kegiataan yang esensinya mengartikulasikan keterlibatan pelaku budaya dan
ekonomi kreatif.
“OIKN telah mengadakan Rembuk Budaya IKN,
‘road show’ kebudayaan ke beberapa perguruan tinggi seni, terakhir mengadakan
FGD Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan IKN yang melibatkan BRIN, paguyuban
beberapa etnis dan budayawan,” paparnya.
Dia juga menyebut, dalam berbagai kesempatan
Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin, menyampaikan
bahwa OIKN sekarang tengah membangun pusat kegiatan seni budaya dan ekraf yang
diberi ‘Art Center’.
“Infomasi terakhir OIKN akan mengadakan
Nusantara Expo yang digelar selama 6 bulan, sejak Agustus 2024 hingga Januari
2025. Semua program dan kegiatan itu pasti melibatkan pelaku budaya dan ekraf
Kaltim,” ungkapnya.
Di acara peringatan HUT RI 17 Agustua tahun
ini yang dilaksanakan di IKN, tambahnya, ada tampilan tarian massal dan pameran
ekraf dari Kaltim.
“Pertanyaannya, sekarang sudah siapkah SDM
kita untuk berperan untuk tampil di event nasional itu? Kalau dilihat sumber
daya budaya dan ekraf pasti kita siap. Namun bagaimana dengan sumber daya
manusianya?” katanya.
Seharusnya, ucap Hamdani, SDM Kaltim sudah
siap. “Jujur diakui, kita belum sepenuhnya siap. SDM budaya dan ekraf Kaltim
masih harus ditingkatkan kualitasnya, melalui pelatihan atau workshop kalau mau
menjadi penyokong utama IKN,” tandas Hamdani yang juga ketua harian Dewan
Kesenian Daerah Kaltim.
Novaritha, narasumber dari Jo-E Craft Kaltim,
mengakui ihwal perlunya peningkatan kualitas SDM tersebut.
“Jangan sampai kita jadi penonton, karena
kualitas SDM kita kalah bersaing dengan pelaku budaya dan ekraf dari luar
Kaltim. Untuk itu perlu ada sinergi dari para pelaku dan perangkat daerah
terkait dalam peningkatan kualitas SDM itu,” ucapnya.
Dia mengharapkan, dalam upaya itu, jangan ada
ego-sektoral dari para pihak terkait, seperti misalnya antara satu perangkat daerah dengan perangkat daerah
lainnya tidak selaras dalam upaya pembinaan dan peningkatan kualitas SDM maupun
produk yang dihasilkan.
“Selama ini saya sering merasa dirugikan
lantaran adanya ego-sektoral instansi. Sebaiknya ada koordinasi yang baik di
antara para pihak tersebut, demi pemajuan kebudayaan dan ekraf di Kaltim yang
menjadi penyokong IKN,” pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar