OIKN KENALKAN SOLUSI BERBASIS ALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA FORUM PERANCIS-SINGAPURA
OIKN KENALKAN SOLUSI BERBASIS ALAM
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA FORUM PERANCIS-SINGAPURA
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) diwakili
Deputi Bidang Lingkugan Hidup dan Sumber Daya Alam, Myrna Safitri, hadir dan
menjadi narasumber dalam Forum Perancis Singapura, yang diselenggarakan di
Muséum national d’Histoire naturelle Singapore pada Rabu (15/5/2024).
Dalam kegiatan Forum Perancis-Singapura ini,
Deputi Myrna Safitri menjelaskan mengenai kebijakan dan aksi Otorita IKN dalam
mengawal pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara, kota yang bersih,
berketahanan iklim, berkelanjutan, dan layak huni.
“Nusantara dicita-citakan sebagai kota yang
mengedepankan pelestarian lingkungan, lewat konsep Smart Forest City dan Net
Zero City, yang diupayakan dengan mereforestasi 65% luasan kawasan IKN sebagai
kawasan lindung,” ujar Myrna, seperti dilansir Humas OIKN.
IKN merupakan salah satu kota yang memiliki
titik keanekaragaman hayati endemik yang tinggi di Indonesia. IKN memiliki 7
area kaya akan biodiversitas (dalam radius 50km), yang didalamnya terdapat
3.889 spesies yang diantara spesies tersebut terdapat 440 spesies yang masuk ke
dalam IUCN Red-List.
Oleh karena itu, Otorita IKN telah memiliki
Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati untuk melindungi keanekaragaman
hayati tersebut sesuai dengan upaya bersama global pada Kunming-Montreal Global
Biodiversity Framework.
Selain itu, pembangunan kota pintar IKN
dibangun di atas topografi wilayah Kalimantan Timur yang bergelombang dan
beriklim tropis. Hal ini dapat memungkinkan bencana seperti banjir, longsor,
kekeringan, dan kebakaran hutan terjadi. Oleh karena itu tantangan tersebut
perlu diantisipasi pada pembangunan IKN, yakni dengan Solusi Berbasis Alam
melalui prinsip IKN sebagai kota Spons. Tujuannya agar ancaman keseimbangan
lingkungan dapat dihindari.
“IKN menerapkan konsep kota spons untuk
mengembalikan dan menjaga siklus alami air yang berubah karena perubahan fungsi
dan tutupan lahan serta menambah ketersediaan air. Penerapan konsep ini akan
memberikan manfaat pemanenan air untuk tambahan ketersediaan air dan
pengurangan bahaya banjir, manfaat pemurnian air dan pelestarian ekologi,
efisien sistem sumber daya air, serta manfaat ekonomi, sosial dan kultural bagi
masyarakat,” tambah Myrna.

Komentar
Posting Komentar