Di IKN Bakal Ada Kereta Tanpa Rel Made in China, Diuji Coba Agustus Nanti
Di IKN Bakal Ada Kereta
Tanpa Rel Made in China, Diuji Coba Agustus Nanti
Kementerian Perhubungan mempersiapkan
implementasi proyek autonomous rail transit (ART) alias kereta tanpa rel di Ibu
Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Uji coba kendaraan pintar ini
ditargetkan Agustus 2024.
Informasi ini disampaikan oleh Menteri
Perhubungan Budi Karya Sumadi. Budi Karya menjelaskan, uji coba tersebut masih
bersifat awal dan belum komersial.
"Kita harapkan Agustus itu ada uji coba
(ART), belum komersial dan belum merupakan pembangunan yang sifatnya dari APBN,
tapi uji coba," kata Budi Karya, kata Budi Karya, ditemui di Jakarta
Convention Center (JCC) Senayan, Selasa (28/5/2024).
Budi Karya mengatakan, rangkaian kereta yang
akan diujicobakan tersebut berasal dari China atau tepatnya produksi CRRC
Corp., Ltd. Adapun perusahaan tersebut merupakan produsen Kereta Cepat
Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Hal ini selaras dengan konsep IKN yang
ditargetkan dapat menjadi pionir dari kota berbasis cerdas dan pintar, serta
menggunakan transportasi cerdas. Transportasi cerdas di IKN pun terus
dikembangkan secara bertahap.
"Pada saat jangka pendek kita akan
terapkan paling tidak hal yang merupakan gambaran dari transportasi EV. satu,
EV. EV itu akan diharuskan dari dan ke luar kota dan di dalam kota. Di situ
juga akan ada ART, kereta api yang berbasis tanpa rel," ujarnya.
Budi Karya mengatakan, selain uji coba juga
akan dilakukan showcase atau pameran kereta tanpa rel di IKN. Baru setelah
pengembangan transportasi tersebut, akan dilanjutkan dengan pengembangan
kendaraan-kendaraan yang sifatnya lebih advance.
"Tapi pada dasarnya konsep dari IKN ini
berbasis electric vehicle (EV). Dan semoga apa yang kita bicarakan dan
bicarakan dalam proses ini berjalan baik," tuturnya.
Di samping itu, pihaknya bersama Otorita IKN
(OIKN), dan sejumlah pihak swasta telah menginisiasi pengembangan transportasi
ramah lingkungan di IKN. Budi Karya menjelaskan, ada yang disediakan oleh
pemerintah, komersial, leasing atau sewa terbatas, hingga subsidi EV.
"Saya tekankan di sini, EV itu tidak
hanya disediakan pemerintah. Pemerintah mengadakan, instansi mengadakan, tapi
swasta juga mem-provide. Baik secara CSR maupun secara mereka komersial. Itu
akan menjadi satu kolaborasi penting," pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar