TEGAS! Jokowi Minta Pemerintahan Baru Jaga Defisit di Bawah 3 Persen
TEGAS! Jokowi Minta Pemerintahan Baru
Jaga Defisit di Bawah 3 Persen
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan
pentingnya pemerintahan baru menjaga defisit di bawah 3%. Hal ini disampaikan
Jokowi saat bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso
Monoarfa di Istana Negara Jakarta pada Jumat (5/4/2024).
Menurut Menkeu Sri, kesepakatan tersebut
bertujuan untuk mempertahankan defisit di bawah 3% guna meningkatkan kualitas
dan stabilitas dalam menjalankan program-program prioritas pemerintahan baru.
"Tadi juga disepakati untuk menjaga
defisit di bawah 3% agar disiplin dari APBN terjaga, dan itu juga untuk
meningkatkan kualitas dan stabilitas sehingga pemerintah baru dapat fokus pada
pelaksanaan program-program prioritasnya," ujar Sri kepada wartawan.
Jokowi juga menekankan pentingnya komunikasi
antara Sri, Airlangga, dan Suharso dengan pemerintahan baru agar dapat segera
melaksanakan program-program prioritas pada tahun pertama kepemimpinan mereka.
"Bapak Presiden meminta agar kita terus
berkomunikasi, terutama dengan pemerintah baru. Sehingga, pemerintah baru dapat
segera melaksanakan program-program yang menjadi prioritas pada tahun
pertama," jelas Sri.
Selain itu, Sri menegaskan agar
program-program terutama dalam bidang sumber daya manusia (SDM) seperti
pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial telah mencakup berbagai
prioritas pemerintah yang akan datang.
Dalam masa transisi pemerintahan, Sri
menyatakan akan dilakukan penajaman terhadap berbagai desain postur APBN 2025,
namun tetap menjaga proses politik yang baik.
"Kami akan menyesuaikan postur APBN 2025
dengan pemerintahan baru, mempertimbangkan program-program prioritas mereka.
Namun, tetap menjaga kehati-hatian dalam kebijakan fiskal, termasuk menjaga
defisit di bawah 3%," jelasnya.

Komentar
Posting Komentar