Situs Asing Sebut Scorpene yang Dibeli Indonesia Sampai Membuat Negara Samurai Tunduk Karena Kemampuannya Disebut Paling Ganas di Asia
Situs Asing Sebut Scorpene yang Dibeli
Indonesia Sampai Membuat Negara Samurai Tunduk Karena Kemampuannya Disebut
Paling Ganas di Asia
Sebagai bagian dari modernisasi kekuatan
tempur lautnya, Indonesia akhirnya memiliki kapal selam Scorpene.
Hal ini diungkapkan oleh Defense News, pada 2
April 2024 lalu yang mengatakan bahwa Naval Group telah mencapai kesepakatan
dengan Indonesia.
Indonesia akan membeli dua kapal selam
Scorpene Evolution, yang diluncurkan oleh Naval Group.
Menurut laporan Inews.qq.com, kapal selam
Scorpene Evolution, akan ditenagai oleh baterai lithium dan akan memiliki
kemampuan tempur persisten bawah air yang kuat.
Hasilnya, Indonesia akan menjadi negara
keempat yang resmi melengkapi kapal selam lithium-ion setelah Jepang, Korea
Selatan, dan Italia.
Menurut Janes Defense News, Prancis dan
Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding on the Procurement of
Scorpene class pada awal Februari 2022.
Baru-baru ini, kedua pihak melakukan negosiasi
lebih lanjut di Jakarta dan memperbarui nota pembelian senjata.
Kapal selam yang dijual diubah menjadi kelas
"Scorpene" dengan menggunakan baterai lithium, yaitu kelas Scorpene
Evolution.
Kapal selam ini diluncurkan oleh perusahaan
pembuat kapal negara Perancis Naval Group (DCNS) pada Oktober 2023 lalu.
Dapat dipahami bahwa kapal selam kelas
Scorpene Evolution memiliki dua versi, termasuk versi yang menggunakan mesin
AIP + baterai lithium-ion dan versi yang sepenuhnya baterai lithium-ion.
Dibandingkan dengan baterai timbal-asam
tradisional, baterai lithium-ion memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi,
hampir empat atau lima kali lipat dari baterai timbal-asam.
Baterai ini dapat secara signifikan
meningkatkan ketahanan bawah air kapal selam.
Baterai tersebut bahkan mungkin tidak
memerlukan mesin AIP dan menggunakan baterai lithium sebagai sumber energi.
Mempertahankan keadaan kapal selam
konvensional yang dapat tenggelam.
French Naval Group mengklaim bahwa karena
kurangnya pengalaman TNI Angkatan Laut dalam penggunaan mesin AIP, kapal selam
versi baterai lithium sepenuhnya dapat mengurangi beban operasi dan
pemeliharaan secara signifikan.
Sebaliknya, kapal selam mesin AIP + baterai
lithium masih mengharuskan Indonesia untuk membangun serangkaian infrastruktur
terkait penyimpanan dan penggunaan hidrogen, oksigen cair, dll.
Menurut keterangan tersebut mengatakan bahwa
versi baterai litium kelas Scorpene Evolution dapat secara diam-diam melakukan
pelayaran jarak jauh selama 80 hari, termasuk 78 hari dalam keadaan menyelam,
dengan total jangkauan hingga 8.000 mil laut.
Dihitung berdasarkan data ini, kelas Scorpene
Evolution dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan bawah air 4 knot dan
terus menyelam selama sekitar 1.872 jam.
Indeks submersible ini lebih tinggi
dibandingkan kapal selam baterai lithium Phoenix Dragon Jepang yang mampu terus
menyelam selama 28 hari.
Artinya kapal selam Scorpene Indonesia lebih
unggul dari kapal selam yang dioperasikan Jepang saat ini.
Terlihat juga bahwa baterai lithium-ion tidak
hanya memiliki daya tahan yang kuat.
Tetapi juga memiliki kecepatan pengisian yang
cepat, yang telah banyak mengubah aturan main kapal selam konvensional dan
memiliki nilai strategis yang tinggi.
Kapal selam pertama di dunia yang menggunakan
baterai litium adalah Phoenix No. 11 dari kapal selam kelas Soryu Jepang.
Kapal ini diluncurkan pada Oktober 2018 dan
mulai beroperasi pada Maret 2020.
Sejak itu, kapal kelas Soryu No. 12 Doryu dan
kapal selam kelas Kujira terbaru Jepang juga telah mengadopsi teknologi baterai
litium untuk menggantikan mesin AIP asli.

Komentar
Posting Komentar