Malaysia Akui Fregat Merah Putih Punya Sistem Tempur Mirip AEGIS US Navy


 

Malaysia Akui Fregat Merah Putih Punya Sistem Tempur Mirip AEGIS US Navy

 

Fregat Merah Putih, kawasan Asia Tenggara akan selalu memperhatikan kapal perang Indonesia ini.

 

Nantinya dua unit Fregat Merah Putih bakal memperkuat armada perang Indonesia.

 

Yang terpenting sekarang Indonesia harus fokus sepenuhnya mengerjakan pembangunan Fregat Merah Putih.

 

Pemilihan senjata dan Combat Management System (CMS) Fregat Merah Putih harus segera ditentukan.

 

Hal ini untuk memastikan proyek tetap berjalan sehingga tak ada penundaan.

 

Membuat kapal perang jika sampai ada penundaan maka bisa runyam.

 

Malaysia mengalaminya, dimana proyek KD Maharaja Lela miliknya berkali-kali ditunda akhirnua tak pernah jadi.

 

Tentunya Fregat Merah Putih tak ingin bernasib sama seperti milik Malaysia.

 

Untungnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memastikan jika proyek pembangunan Fregat Merah Putih sesuai jadwal.

 

Hal ini ia ketahui saat meninjau pembangunan kapal kombatan terbesar Indonesia itu.

 

 

"Terima kasih atas dedikasi, prestasi, dan kapasitas saudara-saudara.

 

Ini sangat membanggakan.

 

Berarti kita membuat sejarah kapal perang terbesar dan 100 persen dibuat oleh Putra Putri Indonesia.

 

Selamat bekerja dan lanjutkan tugas,” ungkap Menhan Prabowo dikutip dari Kemhan RI pada 23 Januari 2024.

 

Baca Juga:

Singapura Nampaknya Sengaja Bangun MRCV Demi Saingi Fregat Merah Putih dan FREMM Indonesia

 

 

Memang jika nantinya sudah resmi operasional, Fregat Merah Putih akan membentuk Gugus Tempur Laut bersama korvet PPA dan FREMM yang dibeli Indonesia dari Italia.

 

Fregat Merah Putih, PPA dan FREMM, trio kapal perang yang timbulkan efek deteren bagi lawan Indonesia.

 

Di kawasan ASEAN, belum ada kapal perang yang bisa menandingi trio ini.

 

Dimensi ketiganya mencapai 140 meter lebih sehingga bisa dicap sebagai destroyer bukan korvet atau fregat.

 

Kapal kombatan AL Singapura saat ini yang levelnya cuma mendekati meski masih satu tingkat di bawah FREMM, PPA atau Fregat Merah Putih ialah Formidable class.

 

Singapura berencana mengupgrade Formidable class miliknya ke titik dimana bisa menghadapi segala peperangan laut modern.

 

"Fregat kelas Formidable milik Angkatan Laut Singapura akan menjalani peningkatan progresif, dengan kapal pertama diharapkan menyelesaikan Mid-Life Upgrade (MLU) secara keseluruhan pada tahun 2028," jelas Defence Security Asia.

 

ST Engineering, perusahaan pertahanan Singapura akan menjadi pihak yang melaksanakan upgrade.

 

"ST Engineering akan melaksanakan aspek desain dan rekayasa sistem kelautan dan kelistrikan fregat yang terlibat, termasuk Sistem Manajemen Kapal dan Sistem Pembangkit Listrik.”

 

Peningkatan fregat akan dilakukan secara progresif, dengan kapal pertama diperkirakan akan menjalani peningkatan penuh pada tahun 2028," jelas MINDEF Singapura.

 

Memang upgrade diperlukan, bahkan negara rival Indonesia, Vietnam, mengakui jika Fregat Merah Putih menggunakan sistem tempur milik US Navy, AEGIS.

 

"Meskipun kapal perang baru ini disebut fregat rudal siluman, bobot aktualnya lebih dari 6.000 ton.

 

Dalam hal peralatan pengintaian, kapal ini dilengkapi dengan radar array bertahap dan sistem pertahanan udara area, mirip dengan sistem tempur Aegis Angkatan Laut AS dan setara dengan kapal perusak kelas 052C/D Tiongkok," jelas media Vietnam To Quoc pada 2 Agustus 2020.

 

Fregat Merah Putih bakal menjadi kapal perang andalan Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menhub: Nama Bandara IKN 'Nusantara Airport'

Kalla Group Buka Opsi Investasi di IKN

PEMERINTAH MELALUI KEMENTAN KEMBALI TINGKATKAN ALOKASI BANTUAN SUBSIDI PUPUK BAGI PETANI