Keren Nih! Indonesia, Brunei Dan Malaysia Jajaki Kerja Sama Kereta Cepat Antar Negara
Keren Nih! Indonesia, Brunei Dan Malaysia Jajaki Kerja Sama Kereta Cepat Antar Negara
Saat ini pemerintah tengah menyiapkan persiapan pindahnya ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Sejumlah persiapan ini terbukti dari adanya kemajuan-kemajuan di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di IKN.
Belakangan ini disebut-sebut akan ada jaringan kereta cepat pertama di wilayah IKN Kalimantan Timur. Bahkan jalur kereta cepat ini bisa lintas negara.
Apakah warga tidak memerlukan lagi paspor jika ada kereta cepat di IKN Kalimantan Timur hingga bisa lintas negara? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Proyek kereta cepat ini dirancang untuk memangkas jarak tempuh perjalanan antara Kalimantan (Indonesia) dengan Sarawak dan Sabah (Malaysia) hingga Brunei Darussalam.
Rencana proyek kereta cepat ini diumumkan oleh Brunergy Utama Sdn Bhd, sebuah perusahaan milik Brunei Darussalam yang berkontribusi untuk mendorong infrastruktur besar dengan tujuan pertumbuhan masa depan di Kalimantan.
Brunergy Utama Sdn Bhd mengungkapkan bahwa proyek kereta cepat bernama Trans Borneo ini akan memakan rute sepanjang 1.620 kilometer.
Untuk pembangunannya sendiri, proyek Kereta Api (KA) Trans Borneo ini akan dilakukan dalam dua tahap penting.
Pada tahap pertama, rencana pembangunan akan dilakukan dengan menghubungkan kota-kota di pesisir Barat hingga Pantai Timur.
Tahap pertama ini akan dimulai dari Pontianak, Kalimantan Barat hingga nantinya berakhir di Kota Kinabalu, Sabah yang merupakan wilayah fokus pada ekonomi.
Untuk rute di tahap pertama ini akan meliputi Kota Kinabalu, Kimanis/Papar, Beaufort, Sipitang, Lawas, Bangar, Limbang, Bukit Panggal, Miri, Bintulu, Sibu, Sri Aman, Kuching, Sambas Singkawang, Mempawah serta Kota Pontianak.
Kemudian pada tahap kedua akan melibatkan Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yang menghubungkan jalur utama dengan wilayah Samarinda serta ke IKN.
Adapun rute yang akan dilalui di tahap kedua ini meliputi Long Seridan, Ba Kelalan, Long Bawan, Malinau, Tanjung Selor, Tanjung Redeb, Pengadan, Lubuk Tutung, Bontang, Samarinda, hingga Balikpapan.
KA Trans Borneo ini direncanakan akan memiliki 4 terminal yang berfungsi sebagai hub utama transportasi massal.
Tak hanya itu, KA Trans Borneo ini direncanakan akan memiliki 24 stasiun yang tersebar di seluruh pulau.
Kedua rute pada dua tahapan tersebut akan bertemu di distrik Tutong di Brunei, yang berfungsi sebagai pusat jalur kereta api.
Brunergy Utama Sdn Bhd menyebutkan bahwa jarak rata-rata antar stasiun berkisar antara 150 kilometer dengan kecepatan kereta diestimasikan antara 300 hingga 350 kilometer/jam.
Adapun waktu tempuh antar stasiun kereta cepat ini rata-rata diperkirakan hanya menghabiskan 30 menit saja.
Kemudian untuk persoalan paspor, hingga saat ini belum ada update terkait dengan kereta cepat yang tembus wilayah IKN Kalimantan Timur hingga ke negara tetangga ini.
Namun, dilansir dari berbagai sumber berdasarkan pengalaman kereta lintas negara di luar negeri, seorang penumpang disebutkan harus memiliki dokumen identitas dan izin yang sah untuk perjalanan lintas negara.
Tentunya hal ini bisa saja memiliki peraturan yang berbeda dengan kereta cepat pertama di wilayah IKN Kalimantan Timur yang tembus ke luar negeri ini.
Itulah informasi mengenai usulan rencana pembangunan jaringan kereta cepat pertama di wilayah IKN Kalimantan Timur yang akan tembus lintas negara. Semoga bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar