Indonesia Dorong Inovasi Digital di Kawasan Asia Pasifik
Indonesia Dorong Inovasi Digital di
Kawasan Asia Pasifik
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi
menyatakan bahwa Asia Pasifik saat ini memimpin dunia untuk transformasi
digital dengan adanya percepatan transformasi hingga 10 tahun yang terdorong pandemi
COVID-19.
Dalam Sidang ke-80 Komisi Ekonomi dan Sosial
PBB (UNESCAP) di Bangkok, Thailand, pada Senin, dia mengatakan perkembangan
positif itu seharusnya menjadi kesempatan besar bagi negara-negara di kawasan
untuk menjadi yang terdepan dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan (SDGs)
di tingkat global.
“Internet economy Asia Tenggara sendiri
diproyeksi oleh World Economic Forum (akan) mencapai 1 triliun dolar (sekitar
Rp16.230 triliun) pada 2030,” kata Retno dalam keterangan tertulis Kementerian
Luar Negeri RI.
Namun, dia menyoroti paradoks yang terjadi di
kawasan, merujuk pada laporan PBB yang menyebut adanya keterlambatan Asia
Pasifik untuk mencapai SDGs sampai 32 tahun hingga 2062 akibat COVID-19 dan
konflik di berbagai belahan dunia.
Untuk itu, katanya, Indonesia mengedepankan
pentingnya inovasi digital untuk mengatasi paradoks ini, yang akan diwujudkan
melalui pengembangan digital dalam aspek pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat.
Sejalan dengan hal itu, Retno memaparkan tiga
langkah kerja sama dalam kerangka UNESCAP, khususnya untuk mendorong inovasi
digital secara inklusif di kawasan Asia Pasifik dalam mencapai target-target
SDG.
Langkah pertama adalah pengembangan peta jalan
digital terintegrasi.
Retno mengatakan lanskap digital di Asia
Pasifik saat ini sangat terpecah. Perbedaan kesiapan nasional dan regional
serta kapasitas regulasi disebutnya menciptakan halangan dalam mencapai inovasi
digital regional.
Untuk itu, ujar dia, Asia Pasifik perlu
mengembangkan peta jalan pengembangan digital untuk memfasilitasi pertukaran
teknologi dan kebijakan, menjaring potensi negara-negara, serta menyelaraskan
inisiatif yang ada di kawasan itu saat ini seperti di ASEAN dan APEC.
Langkah kedua adalah mempromosikan
inklusivitas digital untuk menjembatani kesenjangan digital
“Saya menggarisbawahi adanya gender gap
penggunaan internet di kawasan,” kata dia.
Dia menjelaskan bahwa pengguna internet
perempuan jumlahnya lebih sedikit dari pengguna internet laki-laki.
“Selisihnya mencapai 264 juta jiwa, atau
sekitar 6 persen. Selain itu, kualitas internet juga tidak merata, dan ada juga
gap akses internet antara wilayah pedesaan dan terpencil dengan wilayah
perkotaan,” paparnya.
Untuk itu, Retno mendorong negara-negara di
kawasan tersebut untuk melakukan berbagai inovasi digital yang inklusif,
termasuk dengan berinvestasi di perusahaan teknologi keuangan (fintech) dan
usaha rintisan (startup) yang dipimpin oleh perempuan, mendorong peningkatan
infrastruktur digital, dan memperluas akses untuk pelatihan literasi digital.
Langkah ketiga adalah memastikan penggunaan
teknologi yang transformatif untuk menjaga perdamaian dan kesejahteraan.
“Saya sampaikan bahwa emerging technologies
seperti AI (kecerdasan buatan) telah memberi warna baru pada hubungan antara
teknologi dan geopolitik. Pengunaannya dapat menjadi force for good, atau
sebaliknya menjadi niat jahat yang dapat memperdalam rivalitas global,” tutur
dia.
Oleh karena itu, Retno menekankan pentingnya
tata kelola regional untuk mencegah penyalahgunaan teknologi dan memastikan
kontribusi teknologi untuk pengembangan ekonomi berkelanjutan yang dapat, pada
akhirnya, meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sidang ke-80 Komisi UNESCAP kali ini bersifat
strategis dengan mengangkat tema “Leveraging Digital Innovation for Sustainable
Development in Asia and the Pacific".
Pertemuan ini menjadi momentum kerja sama
negara-negara di Asia Pasifik untuk mendorong pemanfaatan inovasi digital guna
mengakselerasi implementasi Agenda for Sustainable Development 2030.
Indonesia juga berperan aktif dalam mendorong
pemajuan isu-isu pembangunan dalam pertemuan UNESCAP.
Tahun ini, Indonesia menginisiasi dan menjadi
tuan rumah side event dengan tema “Accelerating Ocean-Based Climate
Action" yang akan diselenggarakan pada 24 April 2024.
Di sela-sela sidang tersebut, Retno juga
melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Eksekutif UNESCAP Armida
Alisjahbana.

Komentar
Posting Komentar