Cegah Hal Buruk Terjadi Saat Iran-Israel Memanas, Sri Mulyani & Jajaran Langsung Rapatkan Barisan Jaga Ekonomi RI


 

Cegah Hal Buruk Terjadi Saat Iran-Israel Memanas, Sri Mulyani & Jajaran Langsung Rapatkan Barisan Jaga Ekonomi RI

 

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajarannya langsung merapatkan barisan di tengah tensi geopolitik yang memanas, seperti di Iran dan Israel. Bendahara Negara memastikan pemerintah tetap mewaspadai dan mengantisipasi ketegangan geopolitik tersebut.

 

“Perkembangan situasi ekonomi dan keuangan global dan tensi geopolitik yang sangat tinggi bergerak cepat dan dinamis. Kondisi ini mempengaruhi berbagai indikator ekonomi yang perlu diantisipasi dan diwaspadai,” tulis Sri Mulyani dalam postingan Instagramnya.

 

Ketegangan yang memanas antara Iran dan Israel ini diperkirakan akan membuat harga minyak dunia kembali naik menyentuh USD 100 per barel.

 

Hari ini, Senin (15/4), harga minyak kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun 24 sen menjadi USD 90,21 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 38 sen menjadi USD 85,28 per barel.

 

Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, serangan tersebut memicu keluarnya aliran investasi asing dari negara berkembang karena meningkatnya risiko geopolitik. Rupiah bahkan diprediksi akan melemah ke Rp 17.000 per dolar AS jika ketegangan tersebut terus berlangsung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menhub: Nama Bandara IKN 'Nusantara Airport'

Kalla Group Buka Opsi Investasi di IKN

PEMERINTAH MELALUI KEMENTAN KEMBALI TINGKATKAN ALOKASI BANTUAN SUBSIDI PUPUK BAGI PETANI