Banyak Calon Dokter Spesialis Depresi, Jokowi: Makanya UU Kesehatan Kita Revisi
Banyak Calon Dokter Spesialis Depresi,
Jokowi: Makanya UU Kesehatan Kita Revisi
Jokowi buka suara mengenai banyak mahasiswa
program pendidikan dokter spesialis (PPDS) yang mengalami depresi sampai
memiliki keinginan bunuh diri. Menurut Jokowi, pemerintah berupaya
meminimalisir permasalahan tersebut lewat revisi Undang-Undang Kesehatan yang
telah disahkan pada Juli 2023 lalu.
"Itu lah kenapa Undang-Undang Kesehatan
kita itu kemarin direvisi sehingga akan mempermudah dokter untuk masuk ke
spesialis, dokter spesialis," ungkap Jokowi seusai rapat kerja (raker)
Kesehatan Nasional 2024 di ICE BSD Tangerang, Banten, Rabu (24/2/2024).
"Membuka seluas-luasnya universitas tentu
saja tetap dengan sebuah kualifikasi dengan screening yang baik. Institusi
pendidikan kita baik itu universitas maupun rumah sakit yang ditunjuk itu
betul-betul bisa menghasilkan sebanyak-banyaknya dokter dan dokter
spesialis," sambungnya.
Diketahui, Kementerian Kesehatan baru-baru ini
melakukan screening kesehatan jiwa pada 12.121 mahasiswa program pendidikan
dokter spesialis (PPDS) dari 28 rumah sakit pada akhir Maret 2024 lalu.
Hasilnya, screening tersebut melaporkan,
sekitar 22,4% mahasiswa program dokter spesialis terdeteksi mengalami gejala
depresi, bahkan 3% atau 399 orang di antaranya mengaku ingin bunuh diri.
Adapun, perincian tingkat depresi dari 22,4%
mahasiswa PPDS, yakni:
- Sebanyak 0,6% di antaranya mengalami gejala
depresi berat.
- Sebanyak 1,5% dengan depresi sedang-berat.
- Sebanyak 4% depresi sedang.
- Sebanyak 16,3% dengan gejala depresi ringan.

Komentar
Posting Komentar