Kementerian PUPR Kebut Pembangunan Stadion Utama Sumatera Utara Demi Menyukseskan PON 2024


 

Kementerian PUPR Kebut Pembangunan Stadion Utama Sumatera Utara Demi Menyukseskan PON 2024

 

 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memprioritaskan Proyek Stadion Utama Sumatera Utara dalam rangka mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara tahun 2024 atau PON 2024.

 

Tinjauan lapangan dilakukan sebagai bagian dari upaya meninjau kemajuan proyek pembangunan stadion tersebut.

 

Proyek Stadion ini menjadi fokus dalam kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo di Sumatera Utara.

 

“Stadion Utama Sumatera Utara ini dibangun untuk menyediakan sarana dan prasarana olahraga yang baik mendukung suksesnya penyelenggaraan PON XXI Tahun 2024 di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh,” kata Basuki dikutip dari situs resmi KemenPUPR pada Senin, 18 Maret 2024.

 

Stadion Utama Sumatera Utara, yang sedang dibangun di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, telah memasuki tahap konstruksi sejak September 2023.

 

Dengan alokasi dana sebesar Rp587 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), proyek ini diharapkan rampung pada September 2024 agar dapat digunakan pada PON XXI mendatang.

 

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara, Deva Kurniawan Rahmadi, mengungkapkan bahwa progres pembangunan stadion saat ini telah mencapai 31,63%.

 

“Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 31,63% dan ditargetkan selesai pada September 2024 agar dapat digunakan untuk PON XXI mendatang,” kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara Deva Kurniawan Rahmadi.

 

Proyek ini dikerjakan oleh Konsorsium Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Adhi Karya, PT PP, dan PT Penta sebagai kontraktor pelaksana, serta PT Jaya CM dan PT Ciriajasa KSO sebagai manajemen konstruksi.

 

Stadion Utama Sumatera Utara direncanakan memiliki tiga lantai dengan tribun yang mampu menampung total 25.750 penonton.

 

Hal ini termasuk fasilitas khusus untuk penonton VIP, media, penonton reguler, dan difabel.

 

Luas keseluruhan bangunan mencapai 27.452 m2, dibangun di atas lahan seluas 48.420 m2.

 

Deva menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi stadion mencakup berbagai aspek sesuai standar FIFA.

 

Hal itu seperti persiapan lokasi, manajemen proyek, pembangunan struktur gedung, penataan tempat duduk, pemasangan signage, pembangunan turnstile, lapangan bermain, infrastruktur, dan pekerjaan luar gedung seperti pembangunan pagar dan fasilitas utilitas.

 

Hingga saat ini, beberapa tahap konstruksi telah dilaksanakan, termasuk pekerjaan bore pile, struktur bawah seperti pilecap dan tiebeam, pembangunan lantai pertama, lapangan bermain, dinding penahan tanah, saluran air, dan fabrikasi elemen precast.

 

“Sampai saat ini telah dilakukan pekerjaan bore pile, struktur bawah (pilecap dan tiebeam), struktur bawah (kolom lantai 1), FOP, dinding penahan tanah dan saluran, serta fabrikasi precast,” kata Deva.

 

Dengan dukungan penuh dari Kementerian PUPR, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan menjadi salah satu sarana utama untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan PON XXI di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menhub: Nama Bandara IKN 'Nusantara Airport'

Kalla Group Buka Opsi Investasi di IKN

PEMERINTAH MELALUI KEMENTAN KEMBALI TINGKATKAN ALOKASI BANTUAN SUBSIDI PUPUK BAGI PETANI