Kementerian PUPR bantu perbaikan fasilitas umum pascabanjir Sumbar
Kementerian PUPR bantu perbaikan
fasilitas umum pascabanjir Sumbar
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pihaknya akan membantu perbaikan prasarana
umum yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera
Barat (Sumbar).
"Saya bertanggungjawab untuk prasarana
umum yang terdampak. Kalau ada jalan, jembatan, kantor, sekolah, dan fasilitas
umum rusak, itu tanggungjawab Kementerian PUPR," katanya saat mengunjungi
lokasi terdampak banjir bandang di Pesisir Selatan, Senin.
Sementara terhadap permukiman warga yang
rusak, menurut Basuki, perbaikannya menunggu laporan dari Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebab ada yang kategori rusak ringan, sedang,
hingga berat.
"Perbaikannya bisa dibantu stimulan untuk
yang rusak ringan dan sedang. Kalau yang berat bisa dibangunkan kembali. Tentu
untuk itu, kita perlu menunggu pendataan dari BNPB," katanya.
Kemudian terkait material banjir bandang yang
menutupi akses jalan ditargetkan rampung dalam sepekan. Kemudian juga akan
dilakukan penguatan tebing-tebing di sungai.
"Kita kerjakan dulu agar akses bisa
pulih. Tentang berapa biaya perbaikannya, kami belum hitung. Kita kerjakan
dulu, nanti kan diaudit juga sama Badan Pemeriksa Keuangan dan
Pembangunan," katanya.
Pada kunjungan itu, Menteri Basuki
menyampaikan dua kemungkinan pemicu banjir bandang di Pesisir Selatan. Pertama
dugaan adanya illegal loging, lalu yang kedua dipicu oleh hujan ekstrem yang
tidak mampu ditampung.
"Kondisi geografis juga sangat
berpengaruh, tebing lalu jalan dan langsung ke sungai, luncuran airnya cepat.
Tapi sebetulnya hutan di Sumatera Barat ini lebih baik dari daerah lain. Dulu
saya meninjau sebelum banjir, airnya bening, pasti catchment areanya baik. Tapi
saya curiga galodo atau banjir bandang ini ada dua kemungkinan, ada ilegal
logging di atas atau karena ada curah hujan yang ekstrem," katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat
Mahyeldi yang ikut mendampingi Menteri Basuki mengatakan, Pesisir Selatan
merupakan daerah yang terdampak parah banjir bandang.
Tercatat ada 74 ribu jiwa sempat mengungsi
akibat hujan ekstrem pada Kamis 7 Maret 2024. "Tidak hanya permukiman
warga yang terdampak. Akses jalan nasional juga sempat terputus karena jalan
terban dan jembatan rusak. Kami berterima kasih Kementerian PUPR dan jajaran
balai di daerah merespon ini dengan cepat," katanya.
Ia menyebutkan, hari ini seluruh akses sudah
bisa dilalui meskipun perbaikannya masih bersifat darurat.
"Beberapa pekan ke depan Pak Menteri
menjanjikan bisa selesai dengan kondisi yang lebih baik," katanya.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan, ada sebanyak 23 orang korban
meninggal dunia, enam orang korban berstatus hilang atau masih dalam pencarian,
dan 74 ribu masyarakat sempat mengungsi akibat banjir bandang dan longsor yang
melanda daerah tersebut.
Kemudian jumlah rumah yang berstatus rusak
berat mencapai 866 unit, rusak sedang 139 unit, dan rusak ringan 579 unit.
Selain itu, juga ada 16 unit jembatan rusak, jalan terban totalnya mencapai 355
meter. Sehingga total kerugian di Pesisir Selatan diperkirakan sebesar Rp212
miliar.

Komentar
Posting Komentar