Kemenlu Pastikan Pemenuhan Hak ABK WNI yang Jadi Korban Kapal Tenggelam di Korsel
Kemenlu Pastikan Pemenuhan Hak ABK WNI
yang Jadi Korban Kapal Tenggelam di Korsel
Anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia
(WNI) yang meninggal dalam kecelakaan kapal ikan di Korea Selatan (Korsel),
tiba di Tanah Air. Sementara proses pencarian terhadap empat ABK WNI lainnya
masih berlanjut.
“Pada 16 Maret 2024, Kementerian Luar Negeri
telah memfasilitasi ketibaan tiga jenazah ABK WNI atas nama Safrudin, R Arie
Permana, dan Maulana Mansyur tersebut di Bandara Internasional Soekarno Hatta,
Tangerang, Banten pada pukul 15.55 WIB,” sebut Direktur Perlindungan WNI dan
BHI Kemenlu Judha Nugraha.
“Ketiga jenazah selanjutnya diserahterimakan
kepada pihak keluarga yang juga dihadiri oleh perwakilan agen perusahaan
pengirim para ABK tersebut,” imbuh Judha.
Judha menambahkan, proses pencarian untuk lima
ABK lainnya, terdiri dari empat ABK WNI dan satu ABK Korsel masih terus
dilakukan Korean Coast Guard (KCG). Kemenlu dan KBRI Seoul terus melakukan
koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan dan di tanah air guna
memberikan dukungan yang dibutuhkan selama proses pencarian.
Informasi perkembangan pencarian terus
disampaikan Kemlu kepada tujuh keluarga ABK WNI di Indonesia.
“Guna memastikan pemenuhan seluruh hak-hak
ketujuh korban ABK WNI tersebut, koordinasi terus dilakukan Kemenlu dan KBRI
dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, BP2MI dan pihak
terkait lainnya,” imbuh Judha.
KCG telah mengerahkan 19 kapal KCG, satu kapal
Angkatan Laut Korea, 27 kapal swasta yang berada di sekitar lokasi, 13
helikopter dan 20 penyelam,” lanjut dia.
Sesuai prosedur, operasi SAR dilaksanakan
selama 3x24 jam. Judha menambahkan, sesuai koordinasi KBRI Seoul, pihak KCG
memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR.
Mengutip dari Yonhap News Agency, kapal
nelayan seberat 20 ton itu terbalik di perairan sekitar 68 kilometer dari
selatan sebuah pulau di Tongyeong, Provinsi Gyeongsang Selatan, pada hari Sabtu
pukul 06:29 waktu setempat.
Para pejabat Korea Selatan mengatakan, 12
kapal patroli Penjaga Pantai, empat dari Angkatan Laut dan enam helikopter
sedang melakukan operasi pencarian di lokasi insiden.
Pihak berwenang mengaku tidak menemukan
tanda-tanda kapal tersebut sempat menabrak kapal lain atau menabrak batu
karang. Penyebab terbaliknya kapal belum diketahui.

Komentar
Posting Komentar