Jokowi Lewat Kementan Kucurkan Bantuan Langsung Senilai RP117 Miliar Pada Petani Yang Gagal Panen Terkena Banjir
Jokowi Lewat Kementan Kucurkan Bantuan Langsung Senilai RP117 Miliar Pada Petani Yang Gagal Panen Terkena Banjir
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mendatangi lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jumat (22/3/2024).
Suwandi ingin melihat langsung sejauh mana banjir di Pati berdampak terhadap kerusakan lahan pertanian milik warga.
Bersama Forkopimda Kabupaten Pati, Suwandi meninjau areal pesawahan yang saat ini masih terendam banjir.
Dia juga melihat padi milik petani yang telah dipanen secara dini dan berbincang dengan petani setempat.
Suwandi juga secara simbolis memberikan bantuan kepada petani yang menjadi korban banjir.
Salah satunya adalah bantuan bibit padi dan jagung senilai Rp 1,92 miliar.
"Tadi saya sudah memantau dan melihat serta berdiskusi dengan Pak Pj Bupati dan jajarannya. Ternyata dampak banjir ini luasnya sekitar 7 ribu hektare (lahan pertanian) dan seribu hektare di antaranya terjadi puso (gagal panen)," kata Suwandi sesuai rilis Prokompim Setda Kabupaten Pati.
Dia menambahkan, bukan hanya tanaman padi saja yang mengalami gagal panen akibat banjir.
Tanaman jagung dan bawang merah juga terdampak meskipun tidak terlalu luas.
"Bagi yang nanti sudah surut, kami sudah siapkan paket-paket solusi daruratnya. Di antaranya adalah kami siapkan pompa untuk percepat air surut agar proses produksi berjalan. Kemudian benih gratis bagi yang terkena musibah banjir," papar dia.
Selain bantuan benih padi dan jagung senilai Rp 1,92 miliar, dia juga menyerahkan bantuan program Kementerian Pertanian tahun anggaran 2024 berupa dua unit pompa air beserta 10 unit irigasi perpompaan senilai Rp 1,28 miliar serta benih padi kepada petani.
Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengucapkan terima kasih kepada Kementan atas segala perhatian dan bantuan mulai dari benih pertanian hingga CSR Pupuk Indonesia yang nantinya juga akan diturunkan di Pati.
"Kami yang ada di Kabupaten Pati mengucapkan terima kasih atas bantuannya, termasuk yang dari pupuk. Kemudian kami juga akan mendapat CSR dari Pupuk Indonesia yang saat ini masih dialokasikan ada sekitar 10 ton, dan tentunya masih bisa bertambah," ungkap Henggar sesuai rilis yang diterima TribunJateng.com.
Henggar berharap banyaknya bantuan yang turun di Kabupaten Pati dapat membantu masyarakat dalam melakukan masa tanam berikutnya.

Komentar
Posting Komentar