Ini Yang diinginkan Jokowi! Smelter Freeport di Gresik Serap 150 Ribu Pekerja, 98 Persen Pekerja Lokal
Ini Yang diinginkan Jokowi! Smelter
Freeport di Gresik Serap 150 Ribu Pekerja, 98 Persen Pekerja Lokal
PT Freeport Indonesia (PTFI), anggota Holding
BUMN Pertambangan MIND ID, tengah mengebut proyek pembangunan smelter tembaga
di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa
Timur.
Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf,
mengatakan smelter tembaga ini menyokong peningkatan perekonomian di Indonesia,
khususnya serapan tenaga kerja lokal. Selama masa konstruksi, smelter tersebut
menyerap 40 ribu pekerja. Sedangkan saat sudah beroperasi ditargetkan mampu
menyerap sekitar 1.500 pekerja.
“Ini keunikan smelter tembaga PTFI, di mana
untuk menjadi negara maju kita harus mengandalkan SDM dalam negeri, dan serapan
tenaga kerjanya ini 98 persen tenaga kerja Indonesia dengan rincian sebanyak 50
persen pekerja lokal,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (12/3).
Pembangunan Smelter PTFI, kata Heri, juga
menutup Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2024 dengan
capaian 32 juta jam kerja selamat.
Progres pembangunan smelter tersebut mencapai
90,6 persen per Desember 2023 dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2024.
Pabrik pemurnian tembaga itu merupakan bagian dari percepatan hilirisasi
tambang yang dicanangkan pemerintah.
“Progres pembangunan smelter ini sesuai dengan
perencanaan dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2024
mendatang,” jelas Heri.
Smelter tembaga PTFI ini akan mulai
berproduksi pada Agustus 2024 dan ramp up mencapai kapasitas penuh pada akhir
Desember 2024. Artinya, kata dia, pabrik peleburan tembaga itu bisa beroperasi
penuh pada akhir 2024.
Smelter tembaga ini akan menjadi smelter
single line terbesar di dunia dengan kemampuan memurnikan konsentrat tembaga
berkapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga
600.000 ton per tahun.
Selain katoda tembaga, produksi utama smelter
ini adalah emas, perak murni batangan, dan Platinum Group Metal (PGM). Ada pula
produk sampingan smelter yang menelan investasi hingga USD 3,1 juta miliar
tersebut yakni asam sulfat, gipsum, dan timbal.
Produksi emas di smelter PTFI Gresik ini
mencapai 50 ton per tahun dan 150-200 ton perak per tahun. Produk sampingan
dari lumpur anoda dalam proses peleburan menghasilkan emas dan perak murni
mencapai 6 ribu ton per tahun.
Adapun produk sampingan lainnya, yakni asam
sulfat sebanyak 1,5 juta ton per tahun, terak tembaga 1,3 juta ton per tahun,
dan gipsum 150 ribu ton per tahun.
Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi
mengatakan saat smelter Gresik sudah beroperasi maksimal, maka seluruh
rangkaian proses peleburan tembaga hasil pertambangan milik PTFI akan
dimurnikan di dalam negeri.
“Setelah smelter beroperasi penuh pada akhir
2024, seluruh hasil tambang PTFI akan dimurnikan di dalam negeri. Hal ini akan
meningkatkan nilai tambah dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi
penerimaan negara,” kata Jenpino.

Komentar
Posting Komentar