Indonesia Segera Jalin Kerjama Dengan Australia Bangun Gudang Karbon
Indonesia Segera Jalin Kerjama Dengan
Australia Bangun Gudang Karbon
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,
Airlangga Hartarto, mengungkapkan Australia akan membangun gudang penyerap
karbon atau carbon capture and storage (CCS) di Aceh. Dalam prosesnya terdapat
kendala regulasi.
Airlangga belum lama ini bertemu dengan
Minister of Science and Industry and Industry Australia Hon. Ed Husic. Dalam
kesempatan itu, pemerintah Australia meminta untuk dicarikan solusi.
"Pemerintah terus mengawal realisasi
perusahaan Australia untuk carbon dan storage di Aceh. Memang ada beberapa
kendala dari regulasi, yang tentunya dari mereka minta agar kita mencarikan
solusi," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Kendala regulasi itu terkait dengan konsesi
CCS di Lapangan Arun. PT PEMA Aceh Carbon yang merupakan joint venture BUMD
Pembangunan Aceh (PEMA) dan Carbon Aceh, saat ini sedang melakukan studi
kelayakan untuk menentukan apakah reservoir gas raksasa Lapangan Arun dapat
digunakan untuk penyimpanan CO2 yang perkiraan kapasitas penyimpanan akhir
sekitar 1 miliar ton CO2.
"Mereka sedang bahas terkait izin
konsensi, mereka kerja sama dengan perusahaan dari BUMD Pembangunan Aceh atau
PT PEMA dan mereka bentuk PT Carbon Aceh," tutur Airlangga.
"Dan tentu mereka sedang bicara dengan BP
Migas Aceh. Jadi secara teknis mereka merasa perlu dibantu Pemerintah Pusat
terkait dengan konsensi mereka itu, karena mereka berharap capture 1 miliar ton
karbon dioksida," tambahnya.
Proyek ini diklaim akan menjadi salah satu
proyek CCS terbesar di kawasan ASEAN dan diharapkan dapat berkontribusi
signifikan terhadap perekonomian Aceh.
"Proyek ini diproyeksikan akan
menciptakan lapangan kerja yang luas, meningkatkan pendapatan dan mendukung
perkembangan industri terkait seperti produksi pupuk, hidrogen biru, dan
produksi amonia," ucap Airlangga.

Komentar
Posting Komentar