Implementasi Hak Sipil dan Politik RI Dapat Apresiasi Komite HAM PBB
Implementasi Hak Sipil dan Politik RI
Dapat Apresiasi Komite HAM PBB
Indonesia menyampaikan berbagai capaian
implementasi hak-hak sipil dan politik di Tanah Air dalam Dialog Konstruktif
dengan Komite Hak Asasi Manusia (HAM) yang berlangsung pada 11–12 Maret 2024 di
Jenewa.
Komite HAM yang beranggotakan 18 pakar
independen, memonitor implementasi Kovenan Hak Sipil dan Politik (International
Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR). Indonesia telah meratifikasi
Kovenan ini melalui UU No. 12 Tahun 2005.
Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian
Luar Negeri, Duta Besar Tri Tharyat mengungkapkan komitmen Indonesia dalam
pemajuan dan perlindungan HAM di Tanah Air, sekaligus berpartisipasi aktif dan
konstruktif pada mekanisme HAM PBB.
Peningkatan partisipasi perempuan
Pada kesempatan itu, Dubes Tri Tharyat
menyoroti capaian positif yang tercermin dalam pelaksanaan Pemilihan Umum
(Pemilu) 2024, termasuk meningkatnya partisipasi perempuan. Tercatat pada tahun
ini, sebanyak 37,07 persen calon anggota legislatif adalah perempuan.
“Sebanyak 37,07% dari 9.917 atau 3.676 calon
anggota legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah perempuan. Tentu ini
sebuah perkembangan yang positif terkait hak-hak perempuan dalam dunia
politik,” kata Tri Tharyat.
Dialog konstruktif juga membahas perkembangan
sosial di Papua dan Aceh, KUHP, hukuman mati, penyiksaan, kelompok rentan,
serta penanganan pelanggaran HAM berat. Dialog turut dihadiri oleh perwakilan
masyarakat sipil dan lembaga HAM nasional.
Apresiasi dari Komite HAM
Komite HAM dikabarkan mengapresiasi upaya
pemerintah Indonesia dalam mendorong implementasi hak-hak sipil dan politik,
Komite juga mencatat sejumlah tantangan dalam penguatan kerangka hukum dan
kapasitas negara untuk mengimplementasikan Kovenan.
Meski capaian penegakan HAM di setiap negara
dievaluasi, Tri Tharyat menegaskan bahwa Dialog Konstruktif bukanlah arena
penghakiman. Dialog ini merupakan forum untuk saling berbagi pandangan guna
meningkatkan penikmatan HAM di Tanah Air.
Sementara itu, Direktur Jenderal HAM
Kemenkumham, Dhahana Putra yang menjadi wakil ketua delegasi Indonesia
mengutarakan pentingnya Dialog Konstruktif bagi Indonesia. Menurutnya, forum
ini menjadi proses berkelanjutan untuk pemajuan HAM.

Komentar
Posting Komentar