Belajar dari Finlandia dan Spanyol, IKN Ingin Jadi Kota yang Dicintai
Belajar dari Finlandia dan Spanyol,
IKN Ingin Jadi Kota yang Dicintai
Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN)
memperkenalkan konsep kota IKN yakni Liveable and Lovable Nusantara (kota yang
dicintai dan layak huni) bertepatan dengan perayaan Hari Bahagia Sedunia yang
jatuh pada Rabu (20/3/2024).
Konsep Liveable and Lovable yang akan
diterapkan di IKN ini diharapkan dapat menjamin kesejahteraan warga yang akan
tinggal di sana. Sehingga selain terpenuhinya kebutuhan hidup, OIKN berharap
warga IKN juga nyaman saat tinggal di sana. Konsep Liveable and Lovable ini
menjadi salah satu gagasan yang akan dikembangkan di IKN di samping konsep
smart city dan forest city.
"Forum ini dilaksanakan sebagai bagian
dari kolaborasi dan sebagai upaya untuk memperkenalkan kerangka Liveable and
Lovable Nusantara, serta menjadi platform pembelajaran dari berbagai studi
kasus internasional dan nasional untuk meningkatkan kebahagiaan warganya,"
kata Kepala OIKN, Bambang Susanto di Hutan Kota Plataran, Jakarta pada Rabu
(20/3/2024).
Bambang mengungkapkan alasan forum diskusi
'Liveable and Lovable Nusantara' digelar di Jakarta untuk berkaca pada masalah
yang kerap ditemui di kota tersebut dan mendengar harapan dari warga Jakarta
mengenai gambaran kota yang sejahtera.
"Tujuan acara ini untuk mencari konsep
yang terbaik bagaimana warga IKN, bukan hanya hidup di kota yang layak huni,
tetapi mencintai kota tersebut. Jadi kenapa diluncurkan di Jakarta dulu karena
kita ingin tahu Jakarta seperti apa. Setelah itu kita akan aktifkan di
sana," ujar Bambang.
Kemudian untuk studi kasus internasional OIKN
mengajak perwakilan dari negara Spanyol dan Finlandia yang disebut sebagai
negara dengan indeks tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan warganya di
peringkat atas.
"Saya kira semua case-case tadi akan kita
dapatkan dari mereka, study kasus, Finlandia negara 7 tahun berturut-turut
menjadi negara paling bahagia di dunia. Spanyol punya konsep-konsep bagaimana
kota tersebut jadi asik, kita pengen nantinya konsep IKN bisa mendekati kedua
negara itu," jelasnya.
Francisco de Asis Aguilera Aranda selaku Duta
Besar Spanyol untuk Indonesia, menambahkan bahwa penting adanya partisipasi
semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut. Ia berharap agar berbagi pengalaman
antar perancang dan perencana dari seluruh dunia dapat memperkaya proyek ini ke
depannya.
Deputi Perencanaan dan Lahan Ibu Kota
Nusantara, Mia Amalia juga menekankan selain kebutuhan fisik, IKN perlu
menyediakan faktor pendukung kebutuhan emosional dan sosial warganya.
"Penting bagi kami untuk memastikan bahwa
pembangunan kota baru ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga
kebutuhan emosional dan sosial warga. Kami berkomitmen untuk menciptakan
lingkungan yang mendukung kebahagiaan dan kesejahteraan semua penduduk
Nusantara," pungkas Mia.

Komentar
Posting Komentar