8. BERKUNJUNG KE PADANG LAWAS, PRESIDEN JOKOWI SERAHKAN BANTUAN PANGAN KEPADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT
8. BERKUNJUNG KE PADANG LAWAS, PRESIDEN JOKOWI SERAHKAN BANTUAN PANGAN KEPADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT
Keberlanjutan program bantuan pangan (banpang) beras kepada 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Indonesia per-bulan masih terus menjadi pantauan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mendampangi Presiden Jokowi pantau ketersediaan stok pangan khususnya beras.
Jokowi pantau stok beras di Gudang Perum Bulog Bakaran Batu, Labuan Batu, Sumatera Utara pada Jumat 15 Maret 2024.
Jokowi kemudian menuturkan bahwa berbagai tantangan pokok pangan yang dihadapi Indonesia, khususnya beras.
" Kalau harga beras turun, saya itu dimarahin petani, tapi kalau beras naik, dimarahin ibu ibu. (Itu) sulitnya pemerintah disitu mencari keseimbangan, itu yang sulit. Saya pas beras naik, saya main ke sawah, wah petani senang. Begitu saya ke pasar ketemu ibu ibu, (ditanya) gimana harga beras pak. Inilah yang namanya harga,” Jokowi.
Di samping itu, kondisi geografis dan jumlah penduduk turut mempengaruhi kondisi pangan di Tanah Air.
“Kondisi ini seperti kemarin musim keringnya panjang, ini nanti pasti nanamnya mundur atau basahnya terlalu, hujannya terlalu lebat (sampai) ada yang kena banjir," kata Jokowi.
Inilah negara Indonesia yang sangat besar, Jokowi menambahkan kalau negara lain penduduknya 10 juta, 20 juta atau lebih mudah.
" Kita 270 juta, tersebar di 17 ribu pulau, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianga sampai Pulau Rote. Inilah Indonesia,” ujar Jokowi
Sementara itu Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa pihaknya telah mulai menerapkan kebijakan relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) sementara waktu, khusus untuk beras premium.
“Jadi relaksasi HET kita untuk beras premium, dari tanggal 10 Maret sampai 23 maret. Kenaikannya Rp 1.000 per kilogram (kg). Ini karena sebelumnya harga GKP kan lumayan tinggi," ujar Aref.
Arief menambahkan, seiring berjalannya panen dalam negeri, maka harga gabah itu akan mulai terkoreksi sekitar 2-3 minggu ke depan, sehingga dirasakan perlu relaksasi ini.
"Pemerintah bukan berarti tidak ada action. Action-nya adalah beras komersial Bulog 200 ribu ton disalurkan untuk mengisi pasar. Jadi akhir tahun lalu 200 ribu ton, awal tahun ini 200 ribu ton,"ujar Arief,
Ia pun mengatakan, kemarin terakhir 200 ribu ton lagi, dan itu bentuk pemerintah ingin penuhi pasar untuk beras premium.
Terkait beras komersial dari Perum Bulog tersebut, Arief mengatakan harganya tidak mengalami kebijakan relaksasi. Ini karena merupakan bentuk intervensi pemerintah agar pasokan di pasar dapat kembali stabil.
“Jadi setelah tanggal 23 Maret, harga akan kita kembalikan kembali. Kalau secara total kan kebutuhannya 1 bulan itu keperluan kita itu nasional kan sekitar 2,5 sampai 2,6 juta ton," ucap Arie.
Jadi kurang lebih yang akan di flat out itu sekitar 1 sampai 1,2 juta ton, kata Arief
" Kita memang minta tolong ke semua stakeholder secara serentak melaksanakan relaksasi ini,” lanjutnya.

Komentar
Posting Komentar