Langkah Pemerintah untuk Menstabilkan Harga dan Stok di Pasar
Langkah Pemerintah untuk Menstabilkan
Harga dan Stok di Pasar
Harga beras di pasar kian meroket. Hal ini
menjadi sorotan utama pemerintah untuk mengambil langkah-langkah tepat guna
menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Seperti dilansir dari ANTARA pada Senin
(26/2/2024), pemerintah menjamin adanya pasokan beras dengan menegaskan bahwa
stok yang cukup tersedia di pasar.
"Pemerintah akan menyeimbangkan antara
harga di hulu dengan harga di hilir. Jadi sebenarnya beras itu ada dan kami
jamin (stoknya) cukup, masyarakat tidak perlu panic buying," ujar Kepala
Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.
Data dari Badan Pangan Nasional menunjukkan
perkembangan harga beras dalam beberapa hari terakhir, menyoroti fluktuasi
harga dan cenderung mengalami kenaikan yang signifikan.
Pada tanggal 21 Februari 2024, harga beras
premium mencapai Rp 16.210 per kilogram, sementara beras medium dijual dengan
harga Rp 14.140 per kilogram.
Pada tanggal 22 Februari 2024, harga beras
premium naik menjadi Rp 16.270 per kilogram, sedangkan beras medium naik
menjadi Rp 14.230 per kilogram.
Sedangkan pada tanggal 23 Februari 2024, harga
beras premium dan beras medium tetap stabil di Rp 16.270 dan Rp 14.210 per
kilogram, secara berturut-turut.
Namun, pada tanggal 24 Februari 2024, terjadi
sedikit penurunan harga untuk beras premium dijual dengan harga Rp 16.260 per
kilogram dan beras medium mengalami sedikit peningkatan dengan harga Rp 14.220
per kilogram.
Selain itu, pada tanggal 25 Februari 2024,
harga beras premium kembali naik menjadi Rp 16.300 per kilogram, sementara
beras medium mencapai Rp 14.270 per kilogram.
Penyebab kenaikan harga beras telah dianalisis
secara mendalam, termasuk faktor penurunan jumlah produksi beras sehingga
terjadi defisit terhadap konsumsi 8 bulan terakhir, serta adanya kenaikan harga
gabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Selain itu, adanya pengaruh perubahan iklim
secara global yang menyebabkan gagal panen padi.
Dalam upaya menyeimbangkan harga beras,
pemerintah akan menerapkan serangkaian langkah strategis.
Langkah yang pertama, pemerintah akan
mengalokasikan bantuan pangan beras kepada keluarga kurang mampu sebagai bagian
dari upaya untuk mengurangi tekanan ekonomi yang dirasakan oleh kelompok
tersebut.
Kemudian, pemerintah juga menggelar 'Gerakan
Pangan Murah' dengan tujuan untuk mempercepat penyaluran program Stabilisasi
Pasokan dan Harga Pangan ke berbagai jenis pasar, termasuk pasar induk,
tradisional, dan modern.
Langkah ketiga adalah melakukan impor beras
untuk memperkuat cadangan dan menjaga stabilitas harga di pasaran.
Selain itu, pemerintah akan melakukan inspeksi
mendalam dan operasi pasar secara berkala guna memastikan tidak terjadi
penimbunan beras yang dapat mengganggu ketersediaan dan harga.
Terakhir, pemerintah menerapkan sistem
peringatan dini yang bertujuan untuk memprediksi dan memantau stok beras secara
akurat guna mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan dalam menjaga
keseimbangan pasar beras.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari
komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras
sebagai bahan makanan pokok bagi masyarakat.

Komentar
Posting Komentar