Indonesia Melalui Menlu Tegas Mengecam Wacana Israel Lakukan Bom Nuklir Di Gaza
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadi
pembicara dalam High-Level Segment Conference on Disarmament pada pertemuan
Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saat ini Indonesia saat ini
memegang posisi sebagai Presiden dari Conference on Disarmament (CD) atau
Konferensi Perlucutan Senjata.
Conference on Disarmament adalah satu-satunya
forum negosiasi multilateral yang membahas upaya perlucutan senjata. Forum ini
beranggotakan 65 negara, termasuk anggota tetap Dewan Keamanan PBB atau P5.
Pertemuan kali ini dipimpin oleh Wakil Tetap
Republik Indonesia di Jenewa selaku Presiden Conference on Disarmament.
“Dalam pernyataan nasional, saya tekankan
pentingnya mengatasi kebuntuan yang dihadapi oleh Conference on Disarmament
saat ini dan sebagai Presiden, Indonesia berkomitmen untuk mendorong
transparansi, keseimbangan, dan juga dialog yang konstruktif,” ujar Menlu Retno
dalam keterangannya, yang dikutip Medcom.id, Selasa 27 Februari 2024.
Pada pertemuan itu, Menlu sampaikan tiga pesan
utama. Pertama, perlunya memperkuat
komitmen terhadap perlucutan senjata global.
“Saya sampaikan Indonesia telah meratifikasi
Traktat Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW) dan siap mendorong universalisasinya.
Indonesia mendesak negara pemilik senjata nuklir untuk memenuhi kewajibannya,
termasuk yang diatur dalam Traktat Non-Proliferasi (NPT),” tegas Menlu Retno.
“Indonesia bersama-sama dengan negara ASEAN
terus mendorong penandatanganan segera Protokol SEANWFZ oleh negara anggota
tetap Dewan Keamanan PBB atau P5,” imbuh Menlu.
Hal kedua yang disampaikannya adalah perlunya
fokus pada hal-hal yang menyatukan kita, bukan hal-hal yang justru memecah.
Negara-negara harus terus mendorong tercapainya kemajuan dalam perlucutan
senjata, baik dari sisi prosedural maupun substantif.
Fokus utama hendaknya ditujukan kepada isu-isu
yang menuai kesepakatan seperti Negative Security Assurances yang legally
binding dan traktat cut-off bahan fisil.
Ketiga, perlunya mengatasi tantangan-tantangan
keamanan baru. Conference on Disarmament harus adaptif dan responsif terhadap
lanskap keamanan yang terus berubah, termasuk munculnya teknologi baru dalam
sistem persenjataan dan perang modern, serta mewujudkan traktat untuk mencegah
perlombaan senjata di antariksa.
“Saya juga sampaikan kecaman atas wacana
penggunaan senjata nuklir oleh Israel untuk mengancam warga Gaza,” ujar Menlu.
“Juga mendesak dihentikannya pengiriman
senjata ke Israel untuk mencegah semakin banyaknya korban jiwa,” tutur Menlu.
Dalam keterangannya, Menlu juga menyebutkan penyesalan terkait tidak tercapainya kesepakatan mengenai aplikasi Palestina sebagai observer di Conference on Disarm

Komentar
Posting Komentar