APBN Dipastikan Aman, Ketersediaan Beras Terpenuhi, Jokowi Pastikan Bansos Akan Terus Dilanjutkan
APBN Dipastikan Aman, Ketersediaan
Beras Terpenuhi, Jokowi Pastikan Bansos Akan Terus Dilanjutkan
Presiden Jokowi gencar membagikan bansos
pangan berupa beras 10 kg kepada para Keluarga Penerima Manfaat. Pada 2024,
bantuan tersebut rencananya diberikan dari Januari sampai Juni.
Namun, ada kemungkinan bansos beras itu akan
dilanjutkan setelah Juni 2024. Asalkan, kondisi APBN mencukupi untuk membiayai
program tersebut.
Bansos beras sempat dihentikan pada masa
Pemilu 2024 yakni pada 8-14 Februari 2024. Kini, bantuan itu kembali disalurkan
lagi.
"Nanti kalau APBN kita lihat agak longgar
bisa dilanjutkan lagi setelah Juni. Setuju Ibu-ibu?" kata Jokowi lewat
tayangan di YouTube Sekretariat Presiden saat kunjungan kerja ke Bitung,
Sulawesi Utara, Jumat (23/2).
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan
anggaran bansos beras sampai Juni 2024 mencapai Rp 17,5 triliun. Direktur
Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, anggaran tersebut
mencakup bansos beras, daging ayam, dan telur.
"Jadi angka yang Rp 17,5 triliun itu
adalah bansos beras 10 kg yang dibagikan kepada PKH tambahan sampai Juni nanti,
dan untuk keluarga-keluarga yang memiliki balita stunting itu ditambahkan
daging dan telur," ujar Isa dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (22/2)
Selain itu, pemerintah juga memberikan bansos
berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Anggarannya diperkirakan mencapai Rp 11,3
triliun sampai Juni 2024.
Di tahun ini, pemerintah menggangarkan Rp
496,8 triliun untuk belanja perlindungan sosial (perlinsos), termasuk untuk
BLT, bansos pangan, program keluarga harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non
Tunai (BPNT).

Komentar
Posting Komentar